BAB
I
PENDAHULUAN
Tugas dosen adalah membantu dan
memudahkan mahasiswa untuk belajar tetapi tidak segampang apa yang kita
fikirkan, dosen harus tetap belajar dan mengerjakan tugas yang menuntut
dosen agar mengikuti hal hal yang inovatif.
Penelitian dan mengembangkan karya
ilmiah harus diperhatikan karena hal ini menjadi sarana untuk pengembangan diri
secara terus-menerus. Hasil penelitian dan pemikiran konseptual yang
dituangkan dalam bentuk referensi yang dapat membantu mahasiswa.
BAB II
PENGETAHUAN
DAN PENDEKATAN ILMIAH
A. DEFINISI
ILMU PENGETAHUAN
Pengetahuan
difefinisikan sebagai segala sesuatu yang di ketahui atau segala sesuatu yang
berkenaan dengan hal yang di kethui seseorang
dan orang dapat memahami apa yang dia peroleh dan ia dapat mengaplikasiakn
nya dengan teman nya tentang pengetahuan tersebut. Pengetahuan dapat berupa
fakta misalnya pada saat tertentu kita mengatahui hal yang baru atau yang baru
kita ketahui.secara singkay ilmu atau pengetaun didefinisiakan sebagai khasanah
pengetahuan yang dilandasi dengan metode pengetahuan tertentu. Ilmu pengetahun
merupakan suatu usaha manusia secara terus menerus dan mendalam dengan
menggunakanmetode berfikir tertentu.
Tugas
atau fungsi ilmu itu menurut braithwaite yaitu untuk menetapkan hukum hukum
umum yang mencakup prilaku objek atau peristiwa emprisi yang berkenan dengan
masalah keilmuan dan dengan demikian memungkinkan kita untuk menghubunkan
pengetahuan kita drai peristiwa peristiwa yang berpisah dan untuk membuat
ramalan yang tepat dari peristiwa peristiwa yangbelum kita ketahui.
B. METODE
PENGETAHUAN
Metode
pengetahuan ilmiah merupakan salah satu cara yang sangat populer dan
komprehensif bagaimana para ilmuwan memperoleh dan menguji prinsip prinsif
hukum hukum dan generalisai. Salah satu tokoh yang sangat terkenal dengan
metode ilmiah nya adalah jhon deway yang telah mengidentifikasikan langkah
langkah proses ilmiah. Menurut dewey ada empat langkah pokok proses ilmiah yang
meliputi
1. Identifikasi
suatu masalah
2. Perumusan
hipotensis
3. Penalaran
dan deduksi
4. Verifikasi,
modifikasi.
C. SUMBER-SUMBER
PENGETAHUAN
1. PENGALAMAN
Pengalaman
pribadi seseorang sangat beragam dan berbeda beda kadang kala dengan berbekal
pengalaman pribadi ini atau pengalaman yang di peroleh melalui interaksi dengan
orang lain. Seseorang memperoleh manfaat darinya
Dengan
pendek kata pengalaman pribadi seseorang berbeda terhadap hal atau objek yang
sama, itulah kelemahan keberanan yang bersumber dari pengalaman pribadi.
Keterbatan pemolehan pengetahuan atau pengalaman misalanya ada pengalaman
pengalaman yang dapat di pelajari atau diketahuai oleh orang lain. Seseorang
yang di ajarkan mengerjakan soal-soal berhitung atau aritmatika mungkin hanya
terbatas pada kemampuan menjumlah atau mengurangi tetapi tidak akan mampu
melakukan pekerjaan perkalian atau pembagian.
2. KEWENANGAN
ATAU OTORITAS
Disamping
itu kita juga memperoleh pengetahuan dari seseorang yang memiliki
kewarganegaraan yaiutu memiliki kemampuan atau kapabilitas tertentu dalam hal
tertantu. Wewenangan atau otoritas dimiliki oleh seseorang yang sudah memiliki
keahlian dalam bidang tertentu.
3. BERFIKIR
DEDUKTIF
Berfikir
deduktif disebut juga penalaran deduktif merupakan proses berfikir yang
didasarkan pada pernyataan yang bersifat umum ke hal yang bersifat khusu dengan
menggunakan logika tertntu. Dasar-dasr berfikir yang dipakai oleh pendekatan
ini dilakukan melalui serangkaian pernyataan atau silogisme yang betolak dari
tiga hal yaitu:
a. Dasar
pemikiran utama
b. Dasar
pemikiran kedua
c. Kesimpulan
4. BERFIKIR
INDUKTIF
Penalaran
induktif mendasarkan pada pengamatan atau fakta di lapangan. Cara berfikir
induktif berbdea dengan cara berfikir deduktif yang mendasarkan pada dsar
pikiran harus diketahui terlebih dahulu sebelum sampai pada kesimpulan yang
benear. Dalam cara berfikir induktif kesimpulan akan tercapai dengan mengamati
contoh fakta gejala gejal atau objeknya.
5. BERFIKIR
ILMIAH
Proses
berfikir ilmiah adalah proses melakukan penalaran terhadap satu hal sesuai
dengan prosedur ilmiah. Seuatu disebut ilmiah apabila bisa di tangkap dengan risio
apabila cara pemikirannya dilandasi oleh prosedur ilmiah atau sesuatu
dinkatakan raisonal apabila dapat di terima oleh akal.
D. PENDEKATAN
ILMIAH DALAM PROSES PENELITIAN
Jika
pendekatan ilmiah itu kita tersapkan untuk menyelidili masalah pendidikan, naka
hasilnya adalah penelitian pendidikan proses ilmiah dilakukan dengan mengikuti
langkah langkah tertentu, mulai dari menentukan masalah, mengajukan hipotesis,
mengumpulkan data, menganalisa, dan akhirnya mengambil kesimpulan.
E. KARATERISTIK
PROSES PENELITIAN
1. SITEMATIS
Sitematis artiya mengikuti suatu pola urutan tetap
dari komponen sistem tersebut
2. LOGIS
Melalui pengujian secara logis tentang prosedur yang
di terapkan dalam suatu eksperimen, berkaitan dengan persyaratan persyaratan
secara internal, peneliti dapan mengecek faliditas kesimpulan yang digambarkan
atau di uraikan.
3. EMPIRIS
Bersifat abstrak artinya tanpa didukung oleh hasil
penelitian lebih dahulu, seseorang sudah memberi suatu kesimpulan.
4. REDUKSI
Proses reduksi di maksudkan untuk memahami hubugan
antara peristiwa atau kejadian, dan meramalkan bagaimana hubungan itu mungkin
di terapkan dalam konteks yang lain. Proses reduksi seperti ini memungkinkan
penelitian untuk menjelaskan bukan sekedar menggambarkan.
5. REPLIKASI
Penelitian
pada dasarnya bukan sekedar penghasil pemecah masalah semntara melainkan hasil
penelitian dapat di pakai untuk memberikan
pemecahan yang lebih aplikatif.
F. PERTIMBANGAN-PERTIMBANGAN
DALAM PROSES PENELITIAN
1. Hak
privasi atau non partisipasi
2. Hak
tidak disebut nama
3. Kerahasiaan
4. Meminta
petanggungjawaban peneliti
G. LANGKAH
LANGKAH PROSES PENELITIAN
1. Identifikasi
dan menetukan masalah
2. Kajian
pustakan atau literatur
3. Menyusun
atau merumuskan hipotensi
4. Identifikasi,
klasifikasi, dan definisi operasional variabel
5. Rencana
penelitian
6. Penentuan
populasi dan sampel
7. Pemilihan
dan pengembangan instrumen
8. Pengumpulan
data
9. Pengolahan
dan anlisis data
10. Interpretansi
dan diskusi hasil penelitian
11. Penyusunan
laporan penelitian
BAB III
HAKIKAT PENELITIAN PENDIDIKAN
Penelitian atau riset adalah suatu
upaya secara sistematis untuk memberikan jawaban terhadap permasalahan atau
fenomena yang kita hadapi.
A. BATASAN
PENELITIAN
Guru dituntut harus memahami dan mampu menerapkan
prinsip-prinsip penelitian pendidikan, sehingga mereka akan lebih efektif dalam
menunaikan tugasnya. Hal ini sangat berguna untuk meningkatkan kualitas
pemnelajaran. Penelitian ilmiah adalah suatu usaha penyelidikan yang sistematis
dan cermat tentang sesuatu pokok persoalan atau subjek tertentu untuk menemukan
atau memperbaiki fakta, teori, atau aplikasi. Tipe-tipe penelitian : (1)
penelitian dasar, (2) penelitian terapan, (3) penelitian tindakan, (4)
penelitian evaluasi sumatif, (5) penelitian evaluasi formatif.
B. PENELITIAN
ILMIAH
Penelitian
umumnya selalu melibatkan proses berfikir ilmiah. Usaha atau kegiatan yang
melibatkan tahap atau proses berfikir ini menjadi penciri kegiatan penelitian
atau penelitian ilmiah ini.
Penelitian
ilmiah bukan suata kegiatan atau aktivitas yang hanya mempersoalkan kepastian,
tetapi juga termasuk mencari bebagai macam altefrnatif jawaban suatu masalah
dalam lingkup sosial.
Penelitian
itu dilandasi teori dan hipotesis yang menyatakan hubungan antarfenomena. Teori
sering dijadikan pijakan bagi peneliti, hasil penelitian dapat dipakai untuk
memferivikasiteori dan mengembangkan teori dan bahkan hasil penelitian dapat
menggugurkan teoriyang ada berdasarkan fakta empiris baru. Apakah sebenarnya
yang dimaksud dengan teori?
Teori
adalah serangkaian konstruks (konsep), definisi, dan proposisi yang menyajikan
suatu pandangan terhada fenomena secara sistematik melalui penentuan hubungan
antar variable, dengan tujuan menjelaskan dan mempredikasi fenomena.
Tujuan
penelitian adalah ingin menemukan prinsip-prinsip umum, atau menafsirkan
tingkah laku yang dapat digunakan untu menerangkan dan mengendalikan
kejadian-kejadian dalam lingkup pendidikan.
C.PERANAN
PENELITIAN PENDIDIKAN
Penelitian
pendidikan mempunyai peranan penting dalam perkembangan pedidikan.
Apa sebenarya penelitian pendidikan itu?
Apa tujuan penelitian pendidikan itu?
Dan apa saja peranan penelitian pendidikan
itu?
Penelitian
pendidikan adalah suatu usaha untuk memberikan jawaban tentang
permasalahan-permasalahan dalam pendidikan.
Tujuan
penelitian pendidikan secara khusus antara lain; (1) menemukan prinsip-prinsip
umum (2) menafsirkan perilaku atau tingkah laku: dan (3)
mengendalikan(mengontrol) kejadian-kejadian dalam lingkup pendidikan
Peranan
penelitian terhadap pengetahuan tentang pendidikan adalah untuk tujuan
menjelaskan,memprediksi, meningkatkan, dan menjelaskan (eksplanasi)
1.
Mendeskripsikan
Kajian-kajian penelitian mencakup pemerian tentang
masalah atau fenomena alam dan sosial, baik bentuknya, struktur, aktivitas,
perubahan maupun hubungannya dengan fenomena lain dan seterusnya.
Berkenan dengan kajian, deskripsi telah memberikan
pengetahuan tentang hal ihwal peristiwa,kejadian,objek, dan sebagainya.
Penelitian-penelitian deskriptif yang telah
dilakukan itu maksudnya untukmenghasilkan informasi secara statistic tentang berbagai
aspek yang kita teliti ynag selanjutnya dapat dipakai sebagai pijakan ilmiah.
2.Memprediksi
Prediksi
juga termasuk jenis pengetahuan lain yang dperoleh dari penelitian adalah untuk
keperlun prediksi. Prediksi adalah kemampuan untuk memprediksi suatu fenomena
yang akan terjadi saat itu.
3.Meningkatkan atau Memperbaiki
Hal ini berfungsi untuk berkenaan dengan peningkatan
(enchane) atau perbaikan ( improvement). Peranan ini berkaitan dengan
efektivitas perlakuan atau intervensi.
4. Menjelaskan( Eksplanasi)
Fungsi ini yaitu penelitian yang berupaya untuk
menjelaskan, pengetahua eksplanasi atau memasukkan ketiga unsur diatas.
D.PARADIGMA
PENELITIAN : KUANTITATIF-KUALITATIF
Penelitian
kuantitatif mendasar pada angka (numerika) dalam upaya mengambil keputusan dan
pendekatan , penelitian kualitatif mendasar pada kualitas atau mutu mengambil
keputusan dan pendekatan, kedua pendekatan ini tidaklah saling
bertentangan,melainkan saling melengkapi ( komplementer )
Paradigam penelitian
kuantitatif (positivistic) dan kualitatif (post-positivistic)
1.Penelitian
kualitatif
2.Tipe-tipe
penelitian kuantitatif
a.penelitian eksperimen
b.penelitian noneksperimen
3. Paradigma:
Penelitian Kualitatif
4. Batasan
Penelitian Kualitatif
5. Karakteristik
Penelitian Kualitatif
6. Jenis-jenis
Penelitian Kualitatif
- Studi Kasus
- Etnografi
- Penelitian sejarah(historical research)
- Kajian naratif(narrative inquiry)
- Analisis isi atau dokumen
- Teori dasar
- Fenomenologi(phenomenology studies)
- Studi Kasus
- Etnografi
- Penelitian sejarah(historical research)
- Kajian naratif(narrative inquiry)
- Analisis isi atau dokumen
- Teori dasar
- Fenomenologi(phenomenology studies)
7. Merancang Penelitian
Kualitatif
a. Mengidentifikasi permasalahan atau fokus
b. Merumuskan masalah atau fokus penelitian
c. Pentingnya penelitian dan pembatasan masalah
d. Memilih literature
e. Memilih metode
f. Memilih prosedur analisis data
a. Mengidentifikasi permasalahan atau fokus
b. Merumuskan masalah atau fokus penelitian
c. Pentingnya penelitian dan pembatasan masalah
d. Memilih literature
e. Memilih metode
f. Memilih prosedur analisis data
E. GURU SEBAGAI PENELITI
1. Penelitian
Tindakan Kelas
Penelitian ini disebut juga sebagai learning by doing. Dalam penelitian ini ada sekelompok orang bekerja sama melakukan sesuatu untuk mencari pemecahannya, mengadakan pengamatan bagaimana usaha tersebut dapat berhasil, jika tidak berhasil, mencoba melakukan kembali
Penelitian ini disebut juga sebagai learning by doing. Dalam penelitian ini ada sekelompok orang bekerja sama melakukan sesuatu untuk mencari pemecahannya, mengadakan pengamatan bagaimana usaha tersebut dapat berhasil, jika tidak berhasil, mencoba melakukan kembali
2. Penelitian
Sebagai Proses Reflektif
penelitian ini bukanlah suatu penelitian yang hanya mendeskripsikan bagaimana seseorang atau lembaga bertindak terhadap lingkungan diluar dirinya,melainkan juga sebuah mekanisme perubahan yang membantu seseorang atau organisasi yang mencerminkan dan mnegubah system yang ada.
penelitian ini bukanlah suatu penelitian yang hanya mendeskripsikan bagaimana seseorang atau lembaga bertindak terhadap lingkungan diluar dirinya,melainkan juga sebuah mekanisme perubahan yang membantu seseorang atau organisasi yang mencerminkan dan mnegubah system yang ada.
3. Proses
atau Langkah Penelitian Tindaka Kelas
a. Mengidentifikasi masalah
b. Mengumpulkan
data
c. Melakukan
interpretasi
d. Melaksanakan
tindakan berdasarkan buku
e. Menilai
hasil
f. Tahap
lanjutan
F. EMPAT TAHAP PENELITIAN
I.
TAHAP I (Pengumpulan Data)
II.
TAHAP II(validitas internal)
III.
LEVEL III (Validitas Eksternal)
IV.
LEVEL IV (Kesimpulan)
SUMBER RESENSI : PROF.
Dr. H. PUNAJI SETYOSARI, M.Ed.
(Guru besar teknologi
pembelajaran)
No comments:
Post a Comment